Cara Pengembalian Biaya Nikah di KUA

Prosedur Pengembalian Biaya Nikah

Memang ada yang pengin biaya nikahnya dikembalikan? Ada karena beberapa sebab, misalnya pernikahannya dibatalkan alias nggak jadi nikah, atau bisa juga karena ditunda dengan waktu agak lama, atau karena lokasi dan waktu akadnya diganti. Ngerti kan kalo pernikahan yang berbayar adalah pernikahan yang dilaksanakan di Luar KUA (misalnya di rumah, di gedung atau di masjid) atau dilaksanakan di luar jam kerja ( Misalnya Ijab di KUA tapi hari Ahad). Sesuai aturan, biaya nikah yang harus disetor ke Negara sebagai biaya pencatatan nikah adalah Rp. 600.000,-

Nah bagi kamu yang mungkin pada rencana awal pengin ijabnya di rumah, karena berbagai pertimbangan akhirnya ijabnya di KUA dan di Jam kerja, maka kamu bisa juga mengajukan permohonan pengembalian biaya nikah yang sebesar Rp. 600.000 itu. Patut diketahui bahwa yang bisa meminta balik uang tersebut adalah mempelai atau wali nikahnya, kalaupun tidak diminta balik, maka uang tersebut akan masuk ke kas negara.

OK. Bagaimana cara meminta pengembalinnya: Berikut ini yang harus dipersiapkan:
1. Surat Permohonan Pengembalian Setoran Yang Ditandatangani Diatas Materai
2. Fotokopi Bukti Pendaftaran Nikah Model N7 Yang Dilegalisir Oleh Kepala Kantor Urusan Agama,
3. Fotokopi Bukti Penerimaan Negara (BPN)/Bukti Transfer Yang Dilegalisasi Oleh Bank Penerima Setoran, Kuitansi Tanda Terima Yang Dilegalisasi Oleh Kantor Urusan Agama,
4. Fotokopi KTP Calon Pengantin,
5. Fotokopi Buku Rekening Tabungan Salah Satu Calon Pengantin, Dan
6. Nomor Telepon Yang Dapat Dihubungi
Berikut ini contoh surat permohonannnya:
FORM PERMOHONAN PENGEMBALIAN BIAYA NIKAH

Perlu diingat bahwa permohonan pengembalian biaya nikah kemungkinan akan memakan waktu yang tidak sebentar karena berurusan dengan keuangan negara. Paling tidak membutuhkan waktu minimal 3 bulan sampai uang tersebut masuk rekening calon mempelai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *