Setelah Pendaftaran nikah dilakukan dengan menyerahkan berkas dokumen yang dipersyaratkan ke KUA tempat menikah. Selanjutnya calon penganting mengikuti tahap kedua, yaitu pemeriksaan Pra Nikah.

Dalam pemeriksaan pra nikah ini, KUA akan mengundang kedua calon pengantin dan wali nikah untuk datang ke KUA. Waktu pemeriksaan fleksible, bisa menyesuaikan waktu luang calon pengantin dan wali nikah. Biasanya dilakukan beberpa hari sebelum pernikahan untuk antisipasi bila ternyata ada dokumen yang masih perlu dilengkapi, masih ada waktu untuk mempersiapkannya sebelum akad nikah dilaksanakan.

Apa yang perlu disiapkan dan dibawa? Prinsipnya kalo berkas pendaftaran sudah lengkap dan dari KUA tidak memberikan info tambahan, maka kamu cukup datang saja ke KUA sesuai jadwal. Tapi kalo saat pendaftaran masih ada dokumen yang perlu dilengkapi, misalnya bukti bayar ke Kas negara, atau diarahkan untuk imunisasi TT ke Puskesmas, maka bukti bayar dan bukti imunisasi dapat dibawa saat pemeriksaan pra nikah ini.

Sedapat mungkin calon pengantin dan wali nikah datang dan mengikuti pemeriksaan pra nikah ini. Kalo bisa datang bareng, tapi kalo terpaksanya nggak bisa bareng bisa sendiri sendiri.

Pemeriksaan pra nikah ini penting karena selain memastikan validitas data pernikahan, juga koordinasi untuk lebih memastikan proses pelaksanaan akad nikah. Kepastian hari, jam dan lokasi akad nikah. Pada saat itu KUA mungkin akan memperlihatkan jadwal nikah pada hari yang sudah dipilih sehingga memungkinkan ada perubahan jam pelaksanaan akad nikah. Dengan koordinasi ini, keluarga calon penganting dapat mempertimbangkan bagaimana acara akad nikahnya nanti.

Dalam regulasi PMA no 20 Tahun 2019 prosedur pemeriksaan ini ada di bagian Ketiga pasal 5 dan 6:

Pasal 5:

  1. Kepala KUA Kecamatan/Penghulu/PPN LN melakukan pemeriksaan dokumen nikah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.
  2. Pemeriksaan dokumen nikah dilakukan di wilayah kecamatan/kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri tempat dilangsungkannya akad nikah
  3. Kepala KUA Kecamatan/Penghulu/PPN LN melakukan pemeriksaan terhadap dokumen nikah dengan menghadirkan calon suami, calon istri, dan wali untuk memastikan ada atau tidak adanya halangan untuk menikah.
  4. Dalam hal dokumen nikah dinyatakan lengkap, hasil pemeriksaan dokumen nikah dituangkan dalam lembar pemeriksaan nikah yang ditandatangani oleh calon suami, calon istri, wali, dan Kepala KUA Kecamatan/Penghulu/PPN LN.
  5. Dalam hal calon suami, calon istri dan/atau wali tidak dapat membaca/menulis, penandatanganan dapat diganti dengan cap jempol.

pada pasal 6 disebutkan:

  1. Dalam hal pemeriksaan dokumen nikah belum memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Kepala KUA Kecamatan/Penghulu/PPN LN memberitahukan secara tertulis kepada calon suami, calon istri, dan/atau wali untuk melengkapi dokumen persyaratan.
  2. Calon suami, calon istri, dan wali atau wakilnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melengkapi dokumen nikah paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum peristiwa nikah.

Oya, selain pemeriksaan berkas. Pihak KUA juga akan menyelipkan penasehatan bagi calon mempelai sebagai bekal awal mempersiapkan diri menghadapi pernikahan. Kamu bisa menanyakan banyak hal berkaitan dengan teknis pelaksanaan akad nikah hingga persiapan persiapan tugas dan kewajiban sebagai suami istri.

OK, demikian semoga bermanfaat dan rencana pernikahanmu lancar ya…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *