Banyak sekali postingan tentang pendaftaran di KUA yang bisa kamu dapatkan di Internet, tapi tidak semuanya up to date. Ya, aturan tentang administrasi senantiasa berubah sehingga kitapun harus cari info terbaru bila pengin cepat urusannya.

Dan kudu kamu tau bahwa pengurusan di KUA lebih baik kamu lakukan sendiri, biar kamu ngerti alur sebenarnya. Kalopun kamu nggak punya waktu pastikan menguasakan pengurusan tersebut pada orang terpercaya. Banyak kasus orang harus banyak bayar untuk urusan yang seharusnya gratis gara gara minta tolong orang untuk mengurusnya.

Aturan terbaru tentang proses pencatatan nikah (pendaftaran hingga akad nikah) adalah Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan. Adapun syarat administrastif yang kudud disiapkan untuk mendaftar nikah dijelaskan pada bagian kedua Pasal 4.

Diantara syarat yang harus disiapkan adalah:

  1. Surat pengantar nikah dari desa/kelurahan tempat tinggal calon pengantin;
  2. Foto kopi akta kelahiran atau surat keterangan kelahiran yang dikeluarkan oleh desa/kelurahan setempat;
  3. Foto kopi kartu tanda penduduk/resi surat keterangan telah melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik bagi yang sudah berusia 17 (tujuh belas) tahun atau sudah pernah melangsungkan nikah;
  4. Foto kopi kartu keluarga;
  5. Surat rekomendasi nikah dari KUA Kecamatan setempat bagi calon pengantin yang melangsungkan nikah di luar wilayah kecamatan tempat tinggalnya;
  6. Persetujuan kedua calon pengantin;
  7. Izin tertulis orang tua atau wali bagi calon pengantin yang belum mencapai usia 21 (dua puluh satu) tahun;
  8. Izin dari wali yang memelihara atau mengasuh atau keluarga yang mempunyai hubungan darah atau pengampu, dalam hal kedua orang tua atau wali sebagaimana dimaksud dalam huruf g meninggal dunia atau dalam keadaaan tidak mampu menyatakan kehendaknya;
  9. Izin dari pengadilan, dalam hal orang tua, wali, dan pengampu tidak ada;
  10. Dispensasi dari Pengadilan Agama bagi calon suami yang belum mencapai usia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Saat ini umur minimal bagi calon mempelai adalah 19 baik bagi laki-laki maupun perempuan. Dispensasi Pengadilan Agama diwajibkan bagi yang umurnya masih dibawah 19 tahun.
  11. Surat izin dari atasan atau kesatuan jika calon mempelai berstatus anggota tentara nasional Indonesia atau kepolisian Republik Indonesia;
  12. Penetapan izin poligami dari pengadilan agama bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang;
  13. Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak atau buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama; dan
  14. Akta kematian atau surat keterangan kematian suami atau istri dibuat oleh lurah atau kepala desa atau pejabat setingkat bagi janda atau duda ditinggal mati.

Biar mudah, kamu bisa melengkapi persyaratannya secara berurutan sebagaimana berikut.

  1. Siapkan FC Dokumen (KTP, KK, Akta Kelahiran) FC Ijazah dan Buku Nikah orang tua kadangkala ditanyakan sebagai penguat dokumen lain, jadi sebaiknya dipersiapkan juga.
  2. Datang ke Kelurahan atau Balai Desa dan minta surat pengantar untuk Nikah. Di Balai Desa / Kelurahan sedapat mungkin kamu dapat satu paket surat berupa:

a. Surat Keterangan/Pengantar untuk Nikah

b. Surat Keterangan Asal Usul Calon Pengantin

c. Surat Persetujuan Kedua Calon Pengantin

d. Ijin Orang tua / wali bagi yang belum umur 21 tahun

e. Surat Keterangan Kematian suami atau istri bagi yang statusnya Janda/Duda karena ditinggal mati pasangannya.

3. Setelah lengkap dari pihak calon pengantin laki-laki dan Perempuan, datang ke KUA untuk mendaftarkan pernikahan.

4. Data akan di cek oleh KUA untuk memastikan tidak ada yang salah atau kurang dalam berkas nikah. Bila sudah dianggap valid, maka pendaftaran kamu diterima oleh KUA dan akan diinput dalam sistem pendaftaran online. Pada saat ini kamu mungkin akan diarahkan untuk melakukan pembayaran (bila ingin akad nikahnya di luar kantor dan atau di luar jam kerja) ke Bank/ Kantor Pos dengan terlebih dulu dibuatkan nomor Billing. Selain itu kamu juga akan diarahkan untuk imunisasi TT ke Puskesmas.

OK. Sejauh ini pendaftaran telah selesai.

Pada kasus tertentu, pendaftaran memerlukan proses tambahan, misalnya:

  1. Yang kurang umur 19 tahun akan diarahkan untuk proses dispensasi ke Pengadilan Agama.
  2. Yang Poligami juga akan diarahkan untuk ke Pengadilan Agama untuk mendapatkan Ijin Poligami.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *